Minggu, 05 Oktober 2014

batik kebumen



Batik Kebumen sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun cerita sejarahnya masih simpang siur. batik Kebumen dikatakan beberapa media di bawa dari keraton Yogya, akan tetapi sebenarnya tidak ada pernyataan yang kuat tentang itu.




Pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-XIX yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam antara lain yang dikenal ialah: Penghulu Nusjaf.Beliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau.


Jarak tempuh Jakarta - Kebumen 577 km

Proses batik pertama di Kebumen dinamakan teng-abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-XX untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu.




Motif-motif Batik Kebumen ialah: pohon-pohon, burung-burungan. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pace, kemudu dan nila tom.






Pemakaian obat-obat import di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia yang akhimya meninggalkan bahan-bahan bikinan sendiri, karena menghemat waktu.








Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta.
Daerah pembatikan di Kebumen ialah didesa: Watubarut, Seliling, Tanuraksan, Mirit, dan masih banyak di beberapa desa lainnya.





Batik Kebumen memang sangat unik dan menarik perhatian banyak pecinta Batik Tanah Air, bahkan tidak sedikit mereka yang berasal dari luar jawa seperti Bali dan Sumatra, bahkan beberapa pengrajin Batik Tulis Kebumen mengatakan jika pelanggan mereka sudah sampai ke Belanda, Thailand, dan negara lainya.


Warna dan motif klasik batik kebumen:

Warna batik klasik kebumen masih didominasi warna coklat dan hitam yang merupakan ciri khas warna pada batik jawa tengah,hanya saja terdapat beberapa perpaduan warna seperti biru tua,hijau tua, dan kuning pada batik ini.










Beberapa contoh lain motif batik kebumen:





































Batik kebumen memang masih jarang terdengar atau jarang terlihat dibandingkan dengantetangganya Jogja,Solo dan Pekalongan tetapi meski demikian tingkat perkembangannya kian meningkat dengan seiringnya waktu berjalan.

Banyak kemungkinan batik ini jarang terlihat mungkin karena masalah pemasaran dan waktu pembuatannya yang relatif lama karena kebumen mempunyai motif yang cukup rumit.



Batik kebumen memang cantik dan menawan hati,dengan ragam motif yang memanjakan mata tidak heran kalau peminat batik ini pun bertambah baik dari dalam dan luar negri seperti penjelasan diatas.

Cinta akan batik adalah tanda kecintaan kita akan warisan bangsa yang tidak ternilai ini.Terimakasih kepada seluruh nara sumber yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu selain kata untuk memajukan,membantu dan memasarkan seluasnya batik warisan bangsa untuk mensejahterakan rakyat.

Sampai bertemu di blog batik selanjutnya dan tentunya masih di batik cantik warisan bangsa

Salam hangat,

Dave Tjoa

KUNJUNGI BLOG BERJUALAN BATIK LAWAS KAMI DI :batikantikbatiklawas.blogspot.com
















































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar