Selasa, 09 September 2014

ragam canting

canting 

canting adalah alat utama dalam membatik tanpa canting ,batik tidak akan sempurna.



Jenis dasar canting
  1. Canting klowong,  ukuran mata besar untuk nembok / bloking
  2. Canting klowong, ukuran mata sedang untuk membuat garis
  3. Canting isen isen, ukuran mata lebih kecil dari klowong untuk membuat titik titik
  4. Canting cecek, ukuran mata paling kecil untuk membuat detail yang kecil
  5. Canting lubang 2, canting yang memiliki 2 mata (cucuk 2) 





CANTING BERDASARKAN FUNGSINYA

1. Canting Reng
reng adalah pola pertama yang dibuat dalam pengerjaan batik. reng rengan juga dapat diartikan sebagai kerangka utama. orang yang membuat reng disebut ngerengreng. biasanya canting reng digunakan untuk membuat pola awal. batikan awal hasil mencontoh pola desebut polan. canting reng bercucuk tunggal.

2. Canting Isen
canting isen adalah canting yang digunakan untuk mengisi bidang batik, maupun mengisi pola utama (polan). canting isen biasanya bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.

3. Canting Blok
canting blok adalah canting yang biasanya digunakan untuk ngeblok atau nembok. biasanya memiliki diameter cucuk yang lebar sehingga malam yang keluar banyak dan dapat mempercepat proses pengeblokan malam.

CANTING MENURUT UKURAN CUCUK

1. Canting Cucuk Besar
canting cucuk besar memiliki diameter cucuk ujung yang besar sekitar 0.8-1 mm. canting ini biasanya digunakan untuk ngeblok.

2. Canting Cucuk Sedang
canting cucuk sedang memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.5-0.7 mm. canting ini biasanya digunakan untuk molani maupun isen.

3. Canting Cucuk Kecil
canting cucuk skecil memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.4-0.2 mm. canting ini biasanya digunakan untuk isen karena bentuknya yang kecil. namun terkadang canting cucuk kecil juga digunakan untuk membuat pola pada jenis batik yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.

CANTING MENURUT BANYAKNYA CUCUK

1. Canting Cecekan
canting cecekan bercucuk satu, biasanya memiliki ujung cucuk yang kecil. canting ini digunakan untuk membuat cecek (titik). selain untuk membuat cecek, canting ini juga digunakan untuk membuat garis-garis yang kecil.

2. Canting Loron
canting loron berasal dari bahasa jawa loro yang artinya dua. canting ini memiliki mata cucuk dua yang bentuknya berjajar atas dan bawah. canting ini digunakan untuk membuat garis rangkap. di beberapa daerah, canting loron digunakan untuk membuat pinggiran (pola di ujung kain)

3. Canting Telon
telon berasal dari bahasa jawa telu yang artinya tiga. canting ini memiliki susunan bentuk mata cucuk segitiga sama sisi. canting ini biasanya digunakan untuk membuat isen.

4. Canting Prapatan
apabila dianalogikan, prapat – papat – empat. prapat juga berasal dari bahasa jawa. canting ini memiliki empat mata cucuk yang membentuk bujursangkar. canting ini biasanya digunakan sebagai isen.

5. Canting Liman
liman untuk lima, canting ini bercucuk lima. canting ini memiliki bentung bujur sangkar dengan satu titik di tengah. biasa digunakan sebagai isen juga.

6. Canting Byok
canting byok adalah canting yang memiliki ujung cucuk berjumlah tujuh atau lebih dari tujuh. biasanya mempunyai bentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik. canting byok biasanya memiliki jumlah cucuk yang ganjil.

7. Canting Galaran / Canting Renteng
galaran berasal dari kata galar yang artinya tempat tidur dari bambu yang bentuknya membujur. canting galaran biasanya memiliki ujung cucuk berjumlah genap, membujur dari atas ke bawah. canting galaran biasa disebut dengan nama canting renteng.









Canting sebagai garis pembatas,lukis motif dan penutup warna










 

 






 
 


 





Canting listrik

Canting ini banyak digunakan oleh para pecinta batik dan pemabtik pemula yang ingin mersakan bagaimana caranya membatik dengan mudah untuk pertama kalinya.Canting ini terbilang praktis dan fungsinya sama dengan canting tradisional.

Biasanya batik yang dihasilkan lebih kepada hobby atau lukisan,mengingat keahlian membatik dibutuhkan waktu lama dan detail.

canting listrik

mencoba dengan canting listrik

canting klasik/tradisional



canting listrik

membatik dengan canting listrik


Canting mempunyai andil besar dalam membatik,warisan leluhur bangsa yang bernilai tinggi. Hanya kita lah generasi muda yang dapat melestarikan seni membatik dengan segala keberadaanya.

Terimakasih untuk para nara sumber yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu,selain semangat untuk melestarikan budaya bangsa yang telah diwariskan kepada kita sebagai generasi penerus.


Sampai berjumpa pada pembahasan lainnya masih di seputar kain batik kain cantik warisan bangsa.

Salam hangat

Dave Tjoa

KUNJUNGI BLOG BERJUALAN BATIK LAWAS KAMI DI:batikantikbatiklawas.blogspot.com

























Canting merupakan alat untuk melukis dalam pembuatan batik tulis. Fungsi alat ini semacam pena yang menggunakan lilin malam (wax) cair sebagai tintanya. Canting biasanya terbuat dari tembaga dan bambu/kayu sebagai pegangannya.  Bentuk canting beraneka ragam tergantung dari fungsinya, namun secara umum bentuk canting terdiri tiga bagian yaitu :

  1. Nyamplung;  tempat untuk menampun g cairan malam (wax) yang tebuat dari tembaga.
  2. Cucuk;  menjadi satu bagian dengan nyamplung sebagai tempat keluarnya cairan malam (wax) panas saat menulis batik.
  3. Gagang;  pegangan canting, biasanya terbuat dari bambu atau kayu.
 
Sebagai alat untuk melukis batik, canting dibedakan menjadi beberapa macam, canting menurut fungsinya, canting menurut besar kecilnya cucuk, dan canting menurut banyaknya cucuk atau carat.
Canting Menurut Fungsinya
  1. Canting Rengreng
  2. Canting batik ini mempunyai cucuk tunggal dan tidak terlalu besar, diameter 1-2.5 mm. Fungsinya untuk membuat pola pertama pada batik tulis atau terkenal dengan istilah merengreng. Pola pertama atau dasar tidak terlalu rumit karena belum ada isian maupun tembokan atau pulasan pada kain.
  3. Canting Isen
  4. Canting batik isen mempunyai cucuk tunggal dan banyak sesuai dengan motif yang diinginkan, diameter canting ini lebih kecil 0.5-1.5 mm. Canting Isen ialah canting untuk membatik isi bidang, atau untuk mengisi polan. Canting isen bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.
Canting Menurut Ukurannya
  1. Canting Cucuk Kecil
  2. Canting bercucuk kecil digunakan untuk membuat isen pada pola batik yang telah direngreng.
  3. Canting Cucuk Sedang
  4. Canting ini digunakan untuk membuat pola pertama sebagai pola dasar dalam pembuatan batik tulis.
  5. Canting Cucuk Besar
  6. Digunakan untuk membuat pola-pola yang berukuran besar. Pola tersebut dipilih untuk membuat perbedaan antara pola utama dan pola tambahan. Tapi tidak semuanya pola diperlakukan seperti itu karena akan memakan waktu yang lebih lama untuk memilih pola yang akan diperbesar. Di daerah Trusmi, Cirebon canting ini digunakan untuk membuat tembokan atau pulasan pada kain, biasanya ujung cucuk ditambah dengan balutan kain sehingga diameter yang didapat lebih besar.
Canting Menurut banyaknya cucuk atau carat
  1. Canting Cecekan
  2. Canting cecekan bercucuk satu (tunggal), kecil, dipergunakan untuk membuat titik- titik kecil (Jawa : cecek). Orang membuat titik-titik dengan canting cecekan disebut “nyeceki”. Selain untuk membuat titik-titik kecil sebagai pengisi bidang, canting cecekan dipergunakan juga untuk membuat garis-garis kecil.
  3. Canting Loron
  4. Diambil dari kata loro ( jawa ) atau dua, yang berarti canting ini mempunyai cucuk dua atas dan bawah. Fungsinya untuk membuat garis rangkap pada pola batik seperti batasan pada bogem.
  5. Canting Telon
  6. Telon dari kata telu yang berarti tiga. Canting ini bercucuk tiga dengan susunan bentuk segi tiga. Kalau canting telon dipergunakan untuk membatik, maka akan terlihat bekas segi tiga yang dibentuk oleh tiga buah titik, sebagai pengisi.
  7. Canting Prapatan
  8. Prapatan dari kata papat yang berarti empat. Bentuk canting prapatan cucuknya mempunyai empat buah dengan titik pola segi empat. Fungsinya sama seperti canting isen lainnya sebagai pembuat pola isen sehingga menghasilkan pola segi empat.
  9. Canting Liman
  10. Liman dari kata lima. Mempunyai cucuk lima dengan titik berbentuk linggaran. Satu sebagai pusatnya dan keempatnya mengelilingi pusat.
  11. Canting Byok
  12. Canting byok ialah canting yang bercucuk tujuh buah atau lebih dipergunakan untuk membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik, ; sebuah titik atau lebih, sesuai dengan banyaknya cucuk, atau besar kecilnya lingkaran. Canting byok biasanya bercucuk ganjil.
  13. Canting Galaran
  14. Galaran berasal dari kata galar, suatu alat tempat tidur terbuat dari bambu yang dicacah membujur. Renteng adalah rangkaian sesuatu yang berjejer ; cara merangkai dengan sistem tusuk. Canting galaran atau renteng selalu bercucuk genap ; empat buah cucuk atau lebih : biasanya paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas
- See more at: http://batikjoss.blogspot.com/2013/05/canting-sebagai-alat-tulis-batik.html#sthash.W4bGdLox.dpuf
Canting merupakan alat untuk melukis dalam pembuatan batik tulis. Fungsi alat ini semacam pena yang menggunakan lilin malam (wax) cair sebagai tintanya. Canting biasanya terbuat dari tembaga dan bambu/kayu sebagai pegangannya.  Bentuk canting beraneka ragam tergantung dari fungsinya, namun secara umum bentuk canting terdiri tiga bagian yaitu :

  1. Nyamplung;  tempat untuk menampun g cairan malam (wax) yang tebuat dari tembaga.
  2. Cucuk;  menjadi satu bagian dengan nyamplung sebagai tempat keluarnya cairan malam (wax) panas saat menulis batik.
  3. Gagang;  pegangan canting, biasanya terbuat dari bambu atau kayu.
 
Sebagai alat untuk melukis batik, canting dibedakan menjadi beberapa macam, canting menurut fungsinya, canting menurut besar kecilnya cucuk, dan canting menurut banyaknya cucuk atau carat.
Canting Menurut Fungsinya
  1. Canting Rengreng
  2. Canting batik ini mempunyai cucuk tunggal dan tidak terlalu besar, diameter 1-2.5 mm. Fungsinya untuk membuat pola pertama pada batik tulis atau terkenal dengan istilah merengreng. Pola pertama atau dasar tidak terlalu rumit karena belum ada isian maupun tembokan atau pulasan pada kain.
  3. Canting Isen
  4. Canting batik isen mempunyai cucuk tunggal dan banyak sesuai dengan motif yang diinginkan, diameter canting ini lebih kecil 0.5-1.5 mm. Canting Isen ialah canting untuk membatik isi bidang, atau untuk mengisi polan. Canting isen bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.
Canting Menurut Ukurannya
  1. Canting Cucuk Kecil
  2. Canting bercucuk kecil digunakan untuk membuat isen pada pola batik yang telah direngreng.
  3. Canting Cucuk Sedang
  4. Canting ini digunakan untuk membuat pola pertama sebagai pola dasar dalam pembuatan batik tulis.
  5. Canting Cucuk Besar
  6. Digunakan untuk membuat pola-pola yang berukuran besar. Pola tersebut dipilih untuk membuat perbedaan antara pola utama dan pola tambahan. Tapi tidak semuanya pola diperlakukan seperti itu karena akan memakan waktu yang lebih lama untuk memilih pola yang akan diperbesar. Di daerah Trusmi, Cirebon canting ini digunakan untuk membuat tembokan atau pulasan pada kain, biasanya ujung cucuk ditambah dengan balutan kain sehingga diameter yang didapat lebih besar.
Canting Menurut banyaknya cucuk atau carat
  1. Canting Cecekan
  2. Canting cecekan bercucuk satu (tunggal), kecil, dipergunakan untuk membuat titik- titik kecil (Jawa : cecek). Orang membuat titik-titik dengan canting cecekan disebut “nyeceki”. Selain untuk membuat titik-titik kecil sebagai pengisi bidang, canting cecekan dipergunakan juga untuk membuat garis-garis kecil.
  3. Canting Loron
  4. Diambil dari kata loro ( jawa ) atau dua, yang berarti canting ini mempunyai cucuk dua atas dan bawah. Fungsinya untuk membuat garis rangkap pada pola batik seperti batasan pada bogem.
  5. Canting Telon
  6. Telon dari kata telu yang berarti tiga. Canting ini bercucuk tiga dengan susunan bentuk segi tiga. Kalau canting telon dipergunakan untuk membatik, maka akan terlihat bekas segi tiga yang dibentuk oleh tiga buah titik, sebagai pengisi.
  7. Canting Prapatan
  8. Prapatan dari kata papat yang berarti empat. Bentuk canting prapatan cucuknya mempunyai empat buah dengan titik pola segi empat. Fungsinya sama seperti canting isen lainnya sebagai pembuat pola isen sehingga menghasilkan pola segi empat.
  9. Canting Liman
  10. Liman dari kata lima. Mempunyai cucuk lima dengan titik berbentuk linggaran. Satu sebagai pusatnya dan keempatnya mengelilingi pusat.
  11. Canting Byok
  12. Canting byok ialah canting yang bercucuk tujuh buah atau lebih dipergunakan untuk membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik, ; sebuah titik atau lebih, sesuai dengan banyaknya cucuk, atau besar kecilnya lingkaran. Canting byok biasanya bercucuk ganjil.
  13. Canting Galaran
  14. Galaran berasal dari kata galar, suatu alat tempat tidur terbuat dari bambu yang dicacah membujur. Renteng adalah rangkaian sesuatu yang berjejer ; cara merangkai dengan sistem tusuk. Canting galaran atau renteng selalu bercucuk genap ; empat buah cucuk atau lebih : biasanya paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas
- See more at: http://batikjoss.blogspot.com/2013/05/canting-sebagai-alat-tulis-batik.html#sthash.VbT3VyK1.dpuf
Canting merupakan alat untuk melukis dalam pembuatan batik tulis. Fungsi alat ini semacam pena yang menggunakan lilin malam (wax) cair sebagai tintanya. Canting biasanya terbuat dari tembaga dan bambu/kayu sebagai pegangannya.  Bentuk canting beraneka ragam tergantung dari fungsinya, namun secara umum bentuk canting terdiri tiga bagian yaitu :

  1. Nyamplung;  tempat untuk menampun g cairan malam (wax) yang tebuat dari tembaga.
  2. Cucuk;  menjadi satu bagian dengan nyamplung sebagai tempat keluarnya cairan malam (wax) panas saat menulis batik.
  3. Gagang;  pegangan canting, biasanya terbuat dari bambu atau kayu.
 
Sebagai alat untuk melukis batik, canting dibedakan menjadi beberapa macam, canting menurut fungsinya, canting menurut besar kecilnya cucuk, dan canting menurut banyaknya cucuk atau carat.
Canting Menurut Fungsinya
  1. Canting Rengreng
  2. Canting batik ini mempunyai cucuk tunggal dan tidak terlalu besar, diameter 1-2.5 mm. Fungsinya untuk membuat pola pertama pada batik tulis atau terkenal dengan istilah merengreng. Pola pertama atau dasar tidak terlalu rumit karena belum ada isian maupun tembokan atau pulasan pada kain.
  3. Canting Isen
  4. Canting batik isen mempunyai cucuk tunggal dan banyak sesuai dengan motif yang diinginkan, diameter canting ini lebih kecil 0.5-1.5 mm. Canting Isen ialah canting untuk membatik isi bidang, atau untuk mengisi polan. Canting isen bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.
Canting Menurut Ukurannya
  1. Canting Cucuk Kecil
  2. Canting bercucuk kecil digunakan untuk membuat isen pada pola batik yang telah direngreng.
  3. Canting Cucuk Sedang
  4. Canting ini digunakan untuk membuat pola pertama sebagai pola dasar dalam pembuatan batik tulis.
  5. Canting Cucuk Besar
  6. Digunakan untuk membuat pola-pola yang berukuran besar. Pola tersebut dipilih untuk membuat perbedaan antara pola utama dan pola tambahan. Tapi tidak semuanya pola diperlakukan seperti itu karena akan memakan waktu yang lebih lama untuk memilih pola yang akan diperbesar. Di daerah Trusmi, Cirebon canting ini digunakan untuk membuat tembokan atau pulasan pada kain, biasanya ujung cucuk ditambah dengan balutan kain sehingga diameter yang didapat lebih besar.
Canting Menurut banyaknya cucuk atau carat
  1. Canting Cecekan
  2. Canting cecekan bercucuk satu (tunggal), kecil, dipergunakan untuk membuat titik- titik kecil (Jawa : cecek). Orang membuat titik-titik dengan canting cecekan disebut “nyeceki”. Selain untuk membuat titik-titik kecil sebagai pengisi bidang, canting cecekan dipergunakan juga untuk membuat garis-garis kecil.
  3. Canting Loron
  4. Diambil dari kata loro ( jawa ) atau dua, yang berarti canting ini mempunyai cucuk dua atas dan bawah. Fungsinya untuk membuat garis rangkap pada pola batik seperti batasan pada bogem.
  5. Canting Telon
  6. Telon dari kata telu yang berarti tiga. Canting ini bercucuk tiga dengan susunan bentuk segi tiga. Kalau canting telon dipergunakan untuk membatik, maka akan terlihat bekas segi tiga yang dibentuk oleh tiga buah titik, sebagai pengisi.
  7. Canting Prapatan
  8. Prapatan dari kata papat yang berarti empat. Bentuk canting prapatan cucuknya mempunyai empat buah dengan titik pola segi empat. Fungsinya sama seperti canting isen lainnya sebagai pembuat pola isen sehingga menghasilkan pola segi empat.
  9. Canting Liman
  10. Liman dari kata lima. Mempunyai cucuk lima dengan titik berbentuk linggaran. Satu sebagai pusatnya dan keempatnya mengelilingi pusat.
  11. Canting Byok
  12. Canting byok ialah canting yang bercucuk tujuh buah atau lebih dipergunakan untuk membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik, ; sebuah titik atau lebih, sesuai dengan banyaknya cucuk, atau besar kecilnya lingkaran. Canting byok biasanya bercucuk ganjil.
  13. Canting Galaran
  14. Galaran berasal dari kata galar, suatu alat tempat tidur terbuat dari bambu yang dicacah membujur. Renteng adalah rangkaian sesuatu yang berjejer ; cara merangkai dengan sistem tusuk. Canting galaran atau renteng selalu bercucuk genap ; empat buah cucuk atau lebih : biasanya paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas
- See more at: http://batikjoss.blogspot.com/2013/05/canting-sebagai-alat-tulis-batik.html#sthash.VbT3VyK1.dpuf

2 komentar:

  1. Thanks for sharing.. Mencari perlengkapan membatik berkualitas dengan harga murah. Kunjungi toko online kami dan dapatkan penawaran menarik lainnya. Regards : Fitinline..

    BalasHapus
  2. saya pembuat canting tulis khas Pekalongan
    info pemesanan hub 08816512457
    beli ke pembuatnya lbih hemat..

    BalasHapus