Sabtu, 06 September 2014

membedakan batik lawas dan baru

 Ciri khas dari batik lawas/tua

 


1. Pastikan motif batik tembus tebal depan belakang
Jika kita memperhatikan batik sablonan baru yang dijual di toko dengan harga murah, kita akan melihat bagian belakang batik akan lebih pudar atau keputihan warnanya ketibang bagian kain sisi yang depan. Batik sablon yang sudah pasti baru memiliki ciri tinta tidak tembus dengan baik pada kain. Batik tulis lawas yang masih dibuat dengan canting memiliki motif yang depan belakang sama motifnya, dan sama tebal warnanya. Karenanya sulit membedakan mana sisi depan mana sisi belakang pada kain batik yang dibuat dengan cara tradisional. Sedangkan kain batik yang bagian belakangnya agak keputihan sudah pasti bukan batik lawas.

2. Memiliki motif klasik
Batik tulis lawas tentu mengikuti motif yang dikenali di zamannya. Sehingga tidak mungkin sebuah batik tulis lama memiliki motif yang baru ada di zaman sekarang. Namun untuk poin nomor 2 ini memang dibutuhkan keahlian dalam mengenali dan menghafal jenis motif. Sehingga tahu mana jenis motif klasik dan mana jenis motif modifikasi modern.

3. Kain lebih lemas
Berhubung sudah beberapa kali dicuci, kain batik lawas memiliki tekstur kain yang lebih lemas. Sedangkan kain batik tulis yang baru dibuat masih banyak mengandung lilin canting sehingga tekturnya lebih padat.
4. Kain lebih terasa dingin seakan lembab
Atau istilah Jawa-nya anyeb yang berarti lembab. Kain jika dipegang rasanya sejuk seperti lembab, padahal kain benar-benar kering. Jika Anda membaringkan pipi Anda di atas kain batik akan terasa lebih sejuk dibandingkan batik tulis baru.
5. Memiliki tanda dipakai atau barang bekas
Tanda ini bisa berupa sedikit lubang kecil pada salah satu sudut kain, atau satu garis robek kecil di pinggir, setitik noda karat, atau benang yang agak merudul yang menandakan kain adalah barang bekas atau second hand. Kain batik lama tentu sudah dipakai berulang-ulang, andai setelah dibuat tidak dipakaipun memiliki kemungkinan diserang rayap terlebih penyimpanan kain zaman dahulu yang belum ada kotak kedap udara. Walaupun terkadang ada pula kain batik yang benar-benar terlihat mulus namun pada umumnya kain batik lawas tidak mulus 100%, kondisi paling mulus mungkin 99,99% buat batik lawas. Walau terkesan mulus pasti ada bagian tanda ia barang lama, walau bagian tanda tersebut kecil saja atau hampir tidak terlihat. Setidaknya  setitik lubang kecil saja, atau sedikit benang merudul, atau juga robek kecil beberapa mili meter saja di pinggir diperlukan untuk memastikan kain adalah barang bekas.

narasumber:batiktulislawas.blogspot.com


Kain batik baru

1.Kain lebih tebal dan kaku
Karena kain belum melewati fase penggunaan jadi kain masih utuh dan cenderung lebih kaku,bahkan terkadang  residu dari lilin malam batik masih menempel pada kain batik.

2.Aroma lilin batik yang kuat
Pada kain baru walaupun tidak seluruhnya tapi pada ummunya  aroma malam masih menempel pada kain.Pertanda bahwa kain memang gress baru dan belum pernah dipakai/cuci.

3.Warna cerah
Batik baru komposisi warna jelas lebih cerah jauh dibanding dengan batik lawas yang lebih kusam/pudar.

4.Mulus tanpa cacat
Mulus tanpa cacat sudah tentu menjadi salah satu unggulan kain batik baru dan memang seharusnya begitu.Agak sedikit susah dalam memahami point 4 ini karena batik lawas yang terawat apik juga akan mempunyai kondisi yang sama dengan batik baru hanya saja perbedaan kelembutan kain dan aroma kain.
 


Kain lawasan
Kain lawasan bukan kain lawas/kuno,memang terdengar hampir seperti lawas tapi artinya berbeda.Kain lawasan adalah kain baru yang diproses sedemikian rupa hingga terlihat kuno/bladus/pudar.Jadi hati-hati bila anda mengucapkan lawas dan lawasan karena mempunyai arti yang berbeda.


baju dengan kain lawasan

sidamukti lawasan



Khususnya bagi para pecinta batik dengan keterangan diatas kami harap anda dapat membeli batik lawas dengan aman.

Semoga ilmu ini bermanfaat bagi anda para pecinta batik lawas.

Salam Hangat

Dave Tjoa

KUNJUNGI BLOG BERJUALAN BATIK LAWAS KAMI DI: batikantikbatiklawas.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar