Minggu, 24 Agustus 2014

batik Demak

Batik Demak 

Batik demak...terlintas dalam pikiran kita jika mendengar nama kota Demak adalah kota yang bertetangga dengan Kudus dan Jepara.,penghasil ukiran kayu atau perajin perabot kayu.Siapa nyana ternyata Demak penghasil batik tulis yang cukup dikenal kalangan luas dimasa lampau dan mencapai masa keemasaannya di awal abad 19

Berlokasi di utara pantai Jawa,Demak sejak dulu adalah penghasil batik dengan ragam hias yang halus dan rapih.Dengan sejarah batik yang panjang berkisar enam abad,tidak mengherankan jika demak sempat menjadi salah satu pusat perdagangan dan penyiaran agama antar bangsa.
 
Sekelumit cerita seputar demak masa lalu:

Kota Demak merupakan wilayah pesisir dan wilayah pertanian dengan menjunjung tinggi nilai Islam. Demak dikenal sebagai Kota Wali. Demak dulu pernah berjaya dengan Kerajaan Islam Pertama di Tanah Jawa yang didirikan oleh Raden Patah. Sebagai wilayah pesisir, Demak dulunya memiliki pelabuhan dagang yang sering disinggahi pedagang dari berbagai daerah di Nusantara maupun dari negara lain. Demak banyak mendapat pengaruh kebudayaan, misalnya saja batik. Batik Demak lahir enam abad silam, namun lama-kelamaan seakan menghilang seiring perpindahan Kasultanan Demak Bintoro ke Pajang.





Dahulu, sekitar tahun 1920-an, terdapat jenis Batik Demak dengan sebutan batik sisik yang menjadi usaha rumahan yang cukup menonjol di Demak. Sentra usaha terbesar di Kecamatan Wedung. Tapi sudah lama kegiatan ini mati, karena tak ada warga yang meneruskannya. Padahal, batik sisik pernah mengangkat nama Demak, setara dengan Kudus dengan jenangnya, Jepara dengan ukirannya, atau Semarang dengan lumpianya.

Batik Sisik Demak
batik sisik Demak
sumber:anekabatik nusantara


batik cap sisik Demak

sumber:batikdemakindonetwok.co.id

Pengerajin Batik Demak tersebar di beberapa wilayah Demak, di antaranya Desa Wedung, Desa Karangmlati, Desa Wedung, Dempet, Bonang, Kauman, Kelurahan Mangunjiwan, Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Kadilangu.
(info dari:fitinline.com.batikdemak)

Batik Demak peranakan Tionghoa

Batik demak peranakan dikategorikan batik halus bernuansa coklat dengan perpaduan bunga/burung yang menjadi ciri khas dari batik pesisiran pada umumnya.

Berbeda dengan batik pesisiran lainnya batik demak lebih terkesan lembut dengan perpaduan warna yang tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan batik pesisir lainnya seperti Pekalongan,Semarang,Lasem dan Cirebon.


Lembut dan kalem disertai keindahan detail yang padat membuat batik ini dikenal sebagai batik yang cukup rumit dalam pengerjaannya.Kain pada umumnya berupa kain panjang pagi sore yang menjadi ciri khas kain pada masa lampau karena keterbatasan kain mori.


.
Ada beberapa motif yang signifikan antara lain motif ganggeng /sejenis tumbuhan laut (ganggang)



Bentuk lainnya adalah pagi sore dengan sushomoyo,pada kain batik lama demak motif ini jelas terlihat.Sepintas menyerupai pagi sore Pekalongan tetapi ragam pola yang jelas terliahat khususnya sushomoyo demak selalu ditepi kanan dan kiri kain.Bagian tengah kain dihiasi oleh isen-isen yang rumit,bunga,burung dan kupu-kupu.








Batik Demak mempunyai kemiripan dengan batik djawa baroe dan bukan djawa hokokai.Djawa baroe adalah kelanjutan dari Jawa Hokokai,setelah Jepang angkat kaki dari bumi pertiwi 1945,batik hokokai pun terhenti produksinya.Batik Djawa Baroe-lah yang melanjutkan tipe dari batik ini.Hanya saja motip tidak sepadat dan seglamor hokokai lebih sederhana dan berwarna kecoklatan





batik Djawa Hokokai




batik Djawa Baroe

Hal yang tidak lazim adalah perbedaan warna dasar  kain (umumnya coklat),yang bisa dikategorikan  kain Demak peranakan langka



batik Demak tanahan hijau


batik demak tanahan biru muda

Beberapa contoh batik peranakan Tionghoa Demak






batik Demak Oey pagi/sore buketan bunga
sumber:barangtempodulu




 
batik Demak KH-Tjoe,tanahan pagi/sore
tambal wajik,1940
sumber:tonyantique








 batik Demak terdapat initial E.L.Y


 

 
batik Demak Oh Ju Mey pagi/sore buketan bunga
tanahan pacar cina

sumber:tonnyantique

 

 
batik Demak Im Hiang sarung/buketan bunga
sumber:tonnyantique

 

 
 batik Demak pagi/sore buketan bunga tanpa nama

sumber:tonnyantique

Batik demak sempat hilang selama beberapa dekade karena unsur persaingan yang ketat dengan batik cap diera 1970-1980.Faktor lain penyebab menurunnya jumlah pembatik muda karena kurangnya ketertarikan membatik dikalangan muda.

Ditambah lagi menyusutnya jumlah pembatik handal karena faktor usia yang sudah lanjut dan banyak hal lain.Hingga diperkirakan batik demak sudah punah,berbeda dengan para perajin batik pekalongan ,lasem,cirebon dan lainnya yang masih melanjutkan karya batik- nya turun temurun.

Sekitar tahun 2006, Batik Demak mulai dirintis kembali di wilayah pesisiran dengan motif yang sangat khas, yaitu perpaduan motif pesisiran dan pertanian serta terdapat perpaduan corak Majapahit dengan nilai-nilai Islam. Tujuannya untuk mengenalkan kembali berbagai macam corak atau motif khas Demak kepada para pencinta batik. Motif atau corak yang digambarkan pada Batik Demak terinspirasi dari sejarah Kerajaan Demak dan menonjolkan motif pesisiran. Misalnya, ornamen yang terdapat di Masjid Agung Demak, diantaranya gambar bledeg (petir), burung phoenix, dan bulus selain itu ada juga motif buah, seperti belimbin, jambu, dan semangka tegalan. Dengan perpaduan motif pesisiran dan pertanian, ciri khas batik tulis Demak semakin berbeda dengan batik dari daerah lain. Motif batik ini tidak hanya bicara soal sejarah dan kekayaan alam, tetapi juga memadukan motif klasik dengan motif batik kontemporer.

sumber:fitinline.com/batikdemak


Batik Demak Motif Semangka Tegalan
motif semangka tegalan

sumber:fitinline.combatikdemak

Batik Demak Motif Burung Phoenix
motif phoenix/burung hong

sumber:fitinline.combatikdemak

Batik Demak Motif Ulam Segaran
motif ulam segaran
sumberfitinline.combatikdemak


batik demak, http://3.bp. blogspot.com
motif blimbingan

motif yang dilukiskan pada kain Demak memiliki makna dan filosofinya, seperti bledeg yang artinya meredam perangai keras terhadap pemakainya, burung phoenix atau burung hong yang didalmnya memiliki nilai keindahan sekaligus kegagahan juga menjunjung tinggi sebuah prestasi, kebajikan, dan keabadian. Sedangkan belimbing merupakan buah yang menjadi ciri khas dari kota Demak bahkan sebagi ikon Demak.

sumber:batikdemakkayaakanfilosofi

Geliat batik Demak mulai bangkit,meniti waktu dan kerja untuk mempertahankan tradisi yang sudah lama terlelap dan terlupakan.Memang tidaklah mudah untuk memulai tetapi selama ada kemauan disitu ada jalan.

Saya berharap agar batik Demak dapat kembali ke masa jayanya seperti dulu,menghidupi rakyat dan memperkaya khasanah budaya bangsa.

Terima kasih untuk nara sumber yang saya tidak dapat sebutkan satu persatu,sungguh merupakan suatu kebanggaan bagi kita bersama dapat membagikan pengalaman dan ilmu seputar batik Demak yang memukau mata akan keindahan dan kehalusan batiknya.


Batik akan terus tumbuh dan berkembang jika kita dapat melestarikan dan mempertahankan budaya peninggalan leluhur kita ini.

Sampai jumpa di ulasan berikutnya dan tentunya masih di seputar batik citra bangsa

Salam hangat

Dave Tjoa

KUNJUNGI BLOG BERJUALAN BATIK LAWAS KAMI DI: batikantikbatiklawas.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar